Sunday, August 23, 2009

nur cahaya illahi

/>
Gambar di atas bukan rekayasa. Tapi bukti kebesaran Ilahi

Jaga Mata,jaga Telinga, jaga mulut, jaga fikiran dan jaga hati dari perkara yang dimurkai Allah; maka kita akan mendapat pembelaan dari-Nya


Sekarang ini, usaha da'wah dicurigai di mana-mana tempat. Nanti, kelak di akhirat manusia akan mendapat pertanggungjawaban tentang amal mereka yang menghalangi agama Allah ini tegak di dunia milik Allah ini. Atau mungkin, bila mereka keterlaluan berbuat Zalim dan kufur terhadap ni'mat Allah, bisa saja Allah timpakan azab sebagaimana Allah dulu telah timpakan kepada Kaum Nuh, Kaum Luth, Kaum Sholeh, Tsamud dan kaum-kaum dahulu yang Allah telah binasakan dan hancurkan sebelum ummat akhir zaman ini. Kenapa kita harus putus asa, agama ini milik Allah, dunia ini milik Allah, nasib kita di dunia ini juga Allah yang menentukan. Kenapa kita sombong dan kufur terhadap ni'mat Allah? Bukankah dulu kita ini berasal dari air yang hina; yang dikeluarkan dari jalan yang sama dengan jalannya yang kita keluarkan bila kita di WC, kemudian ketika Allah hidupkan kita; kemana-mana juga membawa barang yang hina yang apabila tiga hari saja tidak kita keluarkan akan membuat kita sakit, kemudian 60,70, 80, atau 100 tahun kemudian kita juga akan menjadi barang yang hina yang tidak lagi berharga dan jadi santapan ulat-ulat tanah...masihkah kita merasa sombong di dunia yang tidak akan terus-menerus kita diami ini? Mungkin sekarang ini kita punya harta, pengikut, pasukan dan kedudukan yang kita bangga-banggakan...tapi 60, 70, 80 atau 100 tahun lagi masihkah kita sombong? Kalau jabatan telah hilang, kekuatan telah berkurang, harta jadi rebutan ahli waris, mata sudah kabur, telinga sudah mulai tuli, kaki, tangan dan semua anggota tubuh sudah lemah...masihkah kita sombong...? Jawabnya tunggulah saat Anda 70, 80, atau 100 tahun lagi; itupun kalau Allah tidak perintahkan Izrail untuk cabut nyawamu yang tidak berharga itu...



Dan siapakah yang bisa memadamkan nur Illahi? nur cahaya dari Dzat Yang Maha Perkasa....Allah Subhanallahu Wa Ta'ala

Monday, July 20, 2009

melewatkan masa pensiun

Efek Amal Jihadiyah Syahidiyah dan Tragedi Teror Bom bagi Da'wah


Tulisan ini dibuat karena risaunya seorang hamba terhadap fenomena islama phobia, seperti yang pernah dimuat di Radar Sulteng dan OkeZone.com


News OkeZone

Dulu, masa-masa sebelum adanya teror Bom, buat usaha da'wah ala minhaji nubuah serasa tidak ada hambatan dan kendala. Aparat, masyarakat bahkan orang jahat pun tidak menaruh curiga terhadap aktifitas da'wah. Masalah paspor jam'ah asing/ foreign yang dulu tidak ada masalahpun sekarang jadi masalah. Sepertinya, akibat ulah segelintir orang yang membuat teror tersebut menjadikan aparat, masyarakat bahkan orang jahatpun pobia..takut kena bom, takut hartanya di rampok, takut diajak ngebom, takut-takut yang lain. Akibatnya, ummat ini mudah diadu domba, akibatnya setiap langkah ummat ini tuk buat kebaikan di bumi Allah ini semakin sempit. Tapi, saya yakin kebenaran akan tetap menjadi kebenaran, dan kebatilan akan tetap bathil; cuma di dunia yang serba tidak pasti ini, kadang kebenaran nampak kalah dan kebathilan nampak jaya. Namun, dunia ini sementara...artinya silahkan kamu berbuat sekehendaknya tapi kamu di dunia ini tidak lama. Mati adalah awal dari perjalanan manusia untuk masa-masa setelahnya yang panjang sampai masa ketika baik dan benar akan mendapat balasannya.
Yang paling ironis lagi adalah ummat ini beserta para ulama yang tamak akan dunia justru lebih suka membutakan mata, menulikan telinga, mengkelukan lidahnya, dan menumpulkan nalurinya terhadap berbagai kemaksiyatan, kemungkaran dan kebathilan di sekitarnya. Bukankah mata, hati, telinga mereka kelak akan dimintai pertanggung jawaban; di hari tidak ada pembelaan kecuali pembelaan dari Allah? Bahkan ulama; orang yang lebih tahu akan ilmu agama; bukankah mereka yang akan diseret mula-mula ke neraka bila dia tidak amal akan ilmu yang Allah anugerahkan? Bahkan bencana di muka bumi ini adalah akibat ulah dari manusia; ingatkah Anda akan azab yang menimpa kaumnya Nuh, kaum Tsamud, kaumnya Luth, kaumnya Nabi Sholeh dan kaum terdahulu yang telah Allah azab di dunia ini sebelum mereka mati? Berbuatlah semaumu, tapi ingat kamu pasti akan mati!..apakah mati sebagai penjahat, ahli maksiyat atau penjilat..atau mati sebagai orang yang ahli ibadat, ahli khidmat, atau pembela ummat; tapi yang pasti Anda, kita akan merasakan yang namanya maut...mati. Dan bergembiralah bagi mereka-mereka yang hidupnya selalu hati-hati, berjalan atas Qur'an dan Sunnah; meskipun di dunia ini nampak susah, hina dan tidak megah...tapi janji Allah adalah Haq' lebih pasti dari terbitnya matahari di ufuk timur dan di ufuk barat ketika kiamat...janganlah bersedih, gelisah dan takut wahai pembela Qur'an dan Sunnah...bayangkan janji Allah, bayangkan surga dengan segala kenikmatannya...kalian pasti tidak akan lagi menderita..di dunia yang tidak lama..di dunia yang tidak pernah kekal...di dunia yang serba terbatas ini, di dunia yang pasti akan berakhir,dunia yang akan kamu tinggalkan atau dia tinggalkan kamu (kiamat, hancur, hilang, musnah, fana)



Alhamdulillah, dari kampung kami bisa hadir empat orang ke Ijtima' BSD Tangerang, 18-22 Juli 2009 lalu; ada Wo Tasrip, Mas Teguh dan Lik Mudri

Monday, June 29, 2009

program pelajar buat pelma di batang

Program Spectacular: Hadiah Buat Halaqah Batang


Kerja di kalangan pelajar, dan semua kerja da'wah, adalah sebuah tantangan yang berat bila kita tidak kommit dengan asas, ushul dengan disertai sifat dan juga arahan masyaikh, ulama, ustad dan para orang tua kita baik di muhalla, halaqoh dan markaz.Tantangan yang berasal dari dalam diri kita dan luar kita adalah perkara yang harus kita selesaikan.



Di depan Ponpes PELMA Batang

Kadang kita merasa futur manakala da'wah kita ternyata terhijab bukan oleh musuh-musuh da'wah; tapi justru dari saudara kita sendiri. Saudara yang juga ambil usaha da'wah dengan berbagai tendensi materi dan syarat kepentingan politik yang bersifat duniwai belaka. Saudara yang mencoba mencampur adukan perkara agama dan kepentingan duniawi mereka itulah yang kemudian menjadi hijab bagi da'wah ala minhaji nubuwah. Kadang justru da'wah-da'wah yang sarat dengan kepentingan pribadi itulah yang diterima oleh ummat; karena kondisu ummat memang juga begitu; lebih mencintai harta dan hidup yang memanjakan syahwat



Utusan Penanggung Jawab Program PELMA sedang tinjau Lokasi

Hanya dengan kita tawajuh kepada Allah, ikhlas, ihsan dengan mengikut arahan para Masyaikh, ulama, ustad dan orang-orang tua kita sajalah, kita tidak akan mengalami apa yang disebut "FUTUR";sebuah istilah yang biasa dipakai oleh saudara kita yang meyakini da'wah akan efektif bila punya kekuasaan. Padahal, banyak negara negara yang dipimpin oleh saudara kita Muslim di dunia ini juga tidak berkutik untuk buat tegaknya Qur'an di bumi ini. Mereka yang masuk kesitu juga pelan tapi pasti mengikut madzab (democrazy) mereka yang jauh dari Qur'an



Lokasi Ponpes PELMA di Draacik Kampus, satu lOkasi dengan SMK N 1 Batang

Yang terbaik bagi kita adalah mari kita terus buat da'wah ala minhaji nubuwah...buat do'a bagi pemimpin negeri ini (siapapun yang memerintah negeri ini) semoga mereka diberi hidayah dan taufik untuk bisa ta'at kepada Allah da Rasul-Nya atas dasar Qur'an, Sunnah dan atsar para shahabat RA

Friday, May 8, 2009

Pengaruh Hati

Efek Hati pada kondisi dan suasana Dunia




Dalam sebuah ayat Al-Qur'an, Allah telah tegaskan bahwa Allah tidak akan merubah suasana alam, situasi, dan kondisi serta keadaan ummat sampai ummat itu sendiri yang merubah semua yang ada di mereka dengan keimanan-keimanan yang ada dalam hati mereka. Begitulah sebuah ulasan tafsir dari Surat Ar-Ra'du,sebuah tafsiran yang mendasarkan pada itsar Shahabat; suatu kaum yang telah berhasil mengaplikasikan ayat demi ayat dari Al Qur'an. Dari pemahaman tersebut, kemudian para ulama yang ikhhlas dalam da'wah dan amal menegaskan bahwa segala yang terjadi di ummat ini dan dunia ini adalah akibat dari keyakinan mereka terhadap Allah, nilai-nilai amal kebaikan dari ayat-ayat Allah serta bersih dari kemusyrikan dan kemunafikan. Jadi, bila hati kita ini baik, maka Allah akan rubah keadaan ummat dan dunia ini menjadi baik; dan sebaliknya, bila hati-hati manusia buruk, maka akan buruk pula keadaan ummat dan dunia ini.
Dunia ini akan tetap sejuk dan nyaman dihuni apabila hati-hati manusia penghuninya juga sejuk dalam memandang hidup ini dan nyaman dalam menjalaninya.Sejuk dalam artian tidak ada rasa dengki, hasad, permusuhan, kesombongan dan tamak akan dunia dan keindahanya yang meliputi harta, wanita dan jabatan. Begitupun dalam menjalani hidup ini, manusia menjalaninya dengan penuh qona'ah disertai tawakal dan penghambaan diri kepada Allah yang lurus dan ikhlas. Namun sebaliknya, ummat dan suasana serta keadaan dunia ini akan semakin panas bila hati-hati manusia yang menghuninya dipenuhi dengan rasa iri dengki, hasad, ujub,permusuhan dan khiyanat. Begitupun, dalam menjalani hidup ini, bila manusia menjalani dengan penuh ketidak relaan atas takdir dan ketentuan Allah serta penuh dengan ketamakan akan dunia, maka dunia ini akan semakin panas dan panas. Orang-orang yang kurang akan keyakinan yang benar kepada Allah dan minimnya kepahaman akan hukum Allah menyebut kondisi tersebut dengan istilah "GLOBAL WARMING"



....renungan BISIS edisi ke 19 (edisi sebelumnya)

Wednesday, April 22, 2009

Kondisi Masjid Sekarang

Ketika Laki-Laki Mulai Meninggalkan Masjid






Seorang Tukang Kebun Sedang Shalat

Pernahkah Anda mendengar bahwa sebaik-baik tempat di muka bumi ini adalah masjid-masjidnya Allah?; tempat-tempat di mana seorang hamba menyungkurkan mukanya di hadapan Sang Maha Perkasa. Sehingga semua yang berkaitan dengan tempat yang mulia inipun akan dimuliakan oleh Allah SWT. Perhatikan karpet yang ada di masjid; meskipun harganya murah sekalipun, namun dia akan dicium oleh semua manusia beriman yang masuk di dalamnya ketika mereka sujud. Semua yang menciumnya adalah hamba-hamba Allah yang terpilih; dalam keadaan bersih dan suci baik diri maupun pakaiannya , melepasakan alas kaki serta mengharumi pakaian dan tubuh mereka dengan wewangian. Bandingkan dengan karpet mahal di sebuah istana; bagaimana perlakuan orang terhadapnya? Diinjak-injak oleh mereka yang beralas kotor kadang najis; karena dari toilet dan lain-lain.
Lalu, bagaimana dengan lelaki yang selalu jadi tamu masjid-masjidnya Allah; yang merasa betah dan tenang di dalamnya; sibuk dengan amal-amal yan makin mendekatkan dia denag Sang Maha Perkasa? Pikirkanlah seandainya Anda adalah tamu seorang presiden; bagaimana perlakuan terhadap tamu presidan? Kemudian pikirkanlah bila Anda tamunya Allah; Dzat Yang Memiliki ALam semeste beserta isinya ini.Masjid adalah rumahnya Allah? Pikirkanlah saudaraku....Apakah datang ke masjid menunggu usia tua? setua umur Mbah Marali (Staff Tu SMK 1 Batang yang sekarang tlah tiada)



Kembalikan Kejayaan Islam dengan Da'wah

Wednesday, January 28, 2009

artikel bisis okt-maret 2009

Pacaran : tara manfaat dan kerugiannya


an


Pacaran? Sebuah kata yang dibentuk dari kata “pacar” dan akhiran –“an’. Pacar, entah apa makna sebenarnaya, penulis sendiri kurang paham. Dalam bahasa Inggris, kata ini sering berpadanan denga kata girl friend atau boy friend. Namun ketika padanan kata ini dikonfirmasikan pada orang yang pernah pacaran; mereka lebih menyukai padanan kata untuk pacar adalah “lover”. Entah mana padanan kata yang tepat untuk kata “pacar”. Sehingga bisa ditarik kesimpulan, pacaran berarti proses pertemanan atau percintaan. Kata pacaran, kemudian oleh orang-orang yang ada semangat agamanya kadang disamarkan dengan kata “ta’aruf.” Sebuah kata yang dicomot dari sebuah ayat dalam Al Quran surat Ar-Rum; yang kemudain dijadikan dalil bolehnya pacaran oleh mereka yang jahil dan para pemuja syahwat tapi berkedok agama.

Kelompok yang pro pacaran
Para pemuja nafsu banyak melihat adanya keuntungan yang bisa diperoleh dari pacaran.”ya, enak punya pacar bisa dijadiin tempat senang-senag. Kita pun jadi happy memacu semangat belajar” begitu papar Dodo, siswa XII AK. Hal senada juga diungkapkan oleh Zhazha, anak XII AP, kalau pacaran bisa dijadikan motivasi belajar “ada seseorang yang spesial yang memotivasi kita untuk menunjang nilai agar tidak malu dilihat si X; dan seenggakanay klita bisa menunjukakan pada si X bahwa kita lebioah pandai dari dia”. Ada juga yang berargumen kalau dirinya bisa membagi waktu ”Ga pernah rugi tuh…belajar ya waktunya mikirin pelajaran; saat pacaran ya kita pacaran aja selayaknya orang pacaran” begitu kata Tari, anak XII TKJ, membela diri karena memang dia sedang berpacaran dengan siswa dari sekolah swasta dekat laut di kota ini. Demikianlah pendapat para siswa-siswi di SMK ini yang pro pacaran; masih banyak pendapat yang tim reporter BISIS bisa dapatkan dari para responden; yang redaksi tidak muat di edisi ini karena memang senada.

Mereka yang kontra dengan pacaran
Berbeda dari para siswa yang pro pacaran, beberapa responden siswi dan siswa yang sempat kru BISIS wawancarai adalah mereka yang jujur dengan hati nurani dan memiliki sedikit pemahaman terhadap Al Islam. Salah seorang dari mereka adalah Nano, siswa keals X AK, yang berpendapat kalau konsentrasi belajar semakin tidak menentu. Hal senada juga diungkapkan oleh Nina, cewek X AK yang meliohat pacaran adalah sal;ah saatu sebab menurunnya motivasi belajar” kaslau masih bertengkar sama si dia mau bealjar jadi malas, pengenya maragh-marah terus sama senmua orang tanbaap seababn yang jeals”. Pendapat ini juga dibenarkan ooleh Farah siswi XI PJ “ Waktu belajar jelas berkurang, mau belajar tiba –tiba ingat si dia, ga belajar jadi ma;s tapi mal;ah sms-an deh”. Ada kuag yang kesal gara-gara pacaran prestasi turun, begitu kata Evi XII TKJ “ Kadang-kadang semangat belajar juga turun , kurang alias menurun gara-gara ada masalah sama sia dia”. Dan masih banyak lagi responden yang sependapat dengan mereka kalau pacaran adalah banyak ruginya dibandingkan dengan untungnya.


Pacaran, ngedate, ta’aruf atau apapun istilahnya jelas banyak mudhorotnya dibandingkan dengan manfaatnya. Bagi mereka yang jujur dengan hati nurani dan berhati bersih, serta memiliki pemahaman agama yang bagus akan berpendaapat demikian. Terlepas dari untung dan ruginya yang bersifat duniawi, pacaran menurut syariat Islam adalah tidak dasar pembenaran yang kuat kalau pacaran memiliki arti “ berdua-duan dengan lawan jenis yang bukan mahram, memandang dan memandang serta berkata-kata dengan syahwat”. Karena hal demikian menurut Islam adalah zina yang merupakan dosa; yang akan merugikan kita di dunia dan di akhirat.
So. Lebih baik ga pacaran dulu aja deh. Say pacaran after marriage is Okey but pacaran before marriage is No.


Wawancara oleh KruBISIS Kundarno, Aminatuz Zahra., dkk.
...baca juga Laput BISIS Edisi sebelumnya di sini

Tuesday, September 9, 2008

Edisi bulan puasa

Perilaku Hedonisme di Kalangan Pelajar


Pernah dengar ungkapan atau mungkin prinsip "kecil dimanja, muda foya-foya, tua kaya, mati masuk surga"?. Ungkapan atau mungkin semboyan ini dijadikan semboyan kaum remaja agar bisa memperturutkan gejolak mudanya; untuk tidak mau terikat dengan segala norma maupun nilai; baik itu nilai agama maupun sosial.Apabila sifat-sifat tidak baik itu hanya berorientasi pada materi atau hal-hal yang bersifat duniawi saja, dan kemudian menjadi kebiasaan hidup, maka inilah yang disebut dengan perilaku hedonisme.

Dokumen Pribadi Agus Bagyo, Alumni SMA 1 Pekalongan Angkatan 95

Sebenarnya perilaku hedonisme muncul dan berkembang subur pada diri seseorang itu dipengaruhi oleh beberapa hal di bawah ini.

Karakter Dasar Individu
Pada dasarnya setiap manusia itu memiliki sifat dasar dan kecenderungan ayng hampir sama; yakni, selalu mencari kemudahan, tidak mau rugi, tidak mau susah; senantiasa ingin bersenang-senang, bergurau atau bermain. Sifat dasar inilah yang diingini oleh nafsu dan dimanfa'atkan syetan untuk mencelakakan hidup manusai di dunia dan di akhirat. Pada masa remaja, gejolak nafsu yang kuat dan lemahnya imunitas diri dari tipu daya syetan dan unsur-unsur buruk disebabkan oleh minimnya ilmu agama dan lemahnya keyakinan kepada Allah. Di sinilah peran orang tua dan masyarakat, sebagai pemberi warna kehidupan bagi remaja, diharapkan tidak mandul dalam memberi arahan pada remaja yang sedang mencari jati diri.

Pemikiran Materialisme dan Rasionalisme BARAT
Perilaku hedonisme yang mudah muncul pada remaja ini makin mantap ketika kaum remaja intelektual mendapat pembenaran dari para pendidik yang memiliki pola fikir materialisme BARAT. Pendidik yang memuja teori-teori BARAT; teori "Otak Kanan Otak Kiri", Fun Learning, secara tidak sadar ikut menanam saham dosa yang membuat remaja semakin bebas memperturutkan syahwat dan kesenangan. Perilaku malas, mudah putus asa, tidak jujur, serta tidak loyal terhadap nilai kebaikan dari agama maupun masyarakat merupakan buah dari sistem pendidikan dan pengajaran Barat yang anti ketho'atan terhadap nilai-nilai religi.

Dua faktor itulah, yang merupakan beberapa dari faktor penyebab perilaku hedonisme, yang memunculkan sifat-sifat yang berpotensi menyuburkan perilaku hedonisme di kalangan remaja. Kadang-kadang manakala akibat jelek dari perilaku hedonisme itu muncul, satu-sama lain saling menyalahkan. Masyarakat menuduh para pendidik telah gagal dalam membina peserta didiknya; sementara itu kaum pendidik juga menuduh masyarakat terlalu longgar dalam menegakan aturan norma dan nilai sosialnya. Lalu sebenarnya yang salah siapa? Sebenarnya kita semua bertanggung jawab atas nasib masa depan remaja kita; marilah kiat sama-sama; bahu membahu dalam memberikan bimbingan dan arahan pada remaja kita menurut peran kita masing-masing di masayarakat. sehingga perilaku dan semboyan "kecil dimanja, muda foya-foya, tua kaya, mati masuk sorga bukanlah racun yang akan mereka telan begitu saja; namun semboyan itu menjadi semacam motivasi dan harapan yang disertai karya nyata dalam mewujudkannya.
...baca juga mimbar guru di BISIS Edisi sebelumnya


Kembali ke Halaman Awal