Monday, June 29, 2009

program pelajar buat pelma di batang

Program Spectacular: Hadiah Buat Halaqah Batang


Kerja di kalangan pelajar, dan semua kerja da'wah, adalah sebuah tantangan yang berat bila kita tidak kommit dengan asas, ushul dengan disertai sifat dan juga arahan masyaikh, ulama, ustad dan para orang tua kita baik di muhalla, halaqoh dan markaz.Tantangan yang berasal dari dalam diri kita dan luar kita adalah perkara yang harus kita selesaikan.



Di depan Ponpes PELMA Batang

Kadang kita merasa futur manakala da'wah kita ternyata terhijab bukan oleh musuh-musuh da'wah; tapi justru dari saudara kita sendiri. Saudara yang juga ambil usaha da'wah dengan berbagai tendensi materi dan syarat kepentingan politik yang bersifat duniwai belaka. Saudara yang mencoba mencampur adukan perkara agama dan kepentingan duniawi mereka itulah yang kemudian menjadi hijab bagi da'wah ala minhaji nubuwah. Kadang justru da'wah-da'wah yang sarat dengan kepentingan pribadi itulah yang diterima oleh ummat; karena kondisu ummat memang juga begitu; lebih mencintai harta dan hidup yang memanjakan syahwat



Utusan Penanggung Jawab Program PELMA sedang tinjau Lokasi

Hanya dengan kita tawajuh kepada Allah, ikhlas, ihsan dengan mengikut arahan para Masyaikh, ulama, ustad dan orang-orang tua kita sajalah, kita tidak akan mengalami apa yang disebut "FUTUR";sebuah istilah yang biasa dipakai oleh saudara kita yang meyakini da'wah akan efektif bila punya kekuasaan. Padahal, banyak negara negara yang dipimpin oleh saudara kita Muslim di dunia ini juga tidak berkutik untuk buat tegaknya Qur'an di bumi ini. Mereka yang masuk kesitu juga pelan tapi pasti mengikut madzab (democrazy) mereka yang jauh dari Qur'an



Lokasi Ponpes PELMA di Draacik Kampus, satu lOkasi dengan SMK N 1 Batang

Yang terbaik bagi kita adalah mari kita terus buat da'wah ala minhaji nubuwah...buat do'a bagi pemimpin negeri ini (siapapun yang memerintah negeri ini) semoga mereka diberi hidayah dan taufik untuk bisa ta'at kepada Allah da Rasul-Nya atas dasar Qur'an, Sunnah dan atsar para shahabat RA

Friday, May 8, 2009

Pengaruh Hati

Efek Hati pada kondisi dan suasana Dunia




Dalam sebuah ayat Al-Qur'an, Allah telah tegaskan bahwa Allah tidak akan merubah suasana alam, situasi, dan kondisi serta keadaan ummat sampai ummat itu sendiri yang merubah semua yang ada di mereka dengan keimanan-keimanan yang ada dalam hati mereka. Begitulah sebuah ulasan tafsir dari Surat Ar-Ra'du,sebuah tafsiran yang mendasarkan pada itsar Shahabat; suatu kaum yang telah berhasil mengaplikasikan ayat demi ayat dari Al Qur'an. Dari pemahaman tersebut, kemudian para ulama yang ikhhlas dalam da'wah dan amal menegaskan bahwa segala yang terjadi di ummat ini dan dunia ini adalah akibat dari keyakinan mereka terhadap Allah, nilai-nilai amal kebaikan dari ayat-ayat Allah serta bersih dari kemusyrikan dan kemunafikan. Jadi, bila hati kita ini baik, maka Allah akan rubah keadaan ummat dan dunia ini menjadi baik; dan sebaliknya, bila hati-hati manusia buruk, maka akan buruk pula keadaan ummat dan dunia ini.
Dunia ini akan tetap sejuk dan nyaman dihuni apabila hati-hati manusia penghuninya juga sejuk dalam memandang hidup ini dan nyaman dalam menjalaninya.Sejuk dalam artian tidak ada rasa dengki, hasad, permusuhan, kesombongan dan tamak akan dunia dan keindahanya yang meliputi harta, wanita dan jabatan. Begitupun dalam menjalani hidup ini, manusia menjalaninya dengan penuh qona'ah disertai tawakal dan penghambaan diri kepada Allah yang lurus dan ikhlas. Namun sebaliknya, ummat dan suasana serta keadaan dunia ini akan semakin panas bila hati-hati manusia yang menghuninya dipenuhi dengan rasa iri dengki, hasad, ujub,permusuhan dan khiyanat. Begitupun, dalam menjalani hidup ini, bila manusia menjalani dengan penuh ketidak relaan atas takdir dan ketentuan Allah serta penuh dengan ketamakan akan dunia, maka dunia ini akan semakin panas dan panas. Orang-orang yang kurang akan keyakinan yang benar kepada Allah dan minimnya kepahaman akan hukum Allah menyebut kondisi tersebut dengan istilah "GLOBAL WARMING"



....renungan BISIS edisi ke XX (edisi sebelumnya)

Wednesday, April 22, 2009

Kondisi Masjid Sekarang

Ketika Laki-Laki Mulai Meninggalkan Masjid



Pernahkah Anda mendengar bahwa sebaik-baik tempat di muka bumi ini adalah masjid-masjidnya Allah?; tempat-tempat di mana seorang hamba menyungkurkan mukanya di hadapan Sang Maha Perkasa. Sehingga semua yang berkaitan dengan tempat yang mulia inipun akan dimuliakan oleh Allah SWT. Perhatikan karpet yang ada di masjid; meskipun harganya murah sekalipun, namun dia akan dicium oleh semua manusia beriman yang masuk di dalamnya ketika mereka sujud. Semua yang menciumnya adalah hamba-hamba Allah yang terpilih; dalam keadaan bersih dan suci baik diri maupun pakaiannya , melepasakan alas kaki serta mengharumi pakaian dan tubuh mereka dengan wewangian. Bandingkan dengan karpet mahal di sebuah istana; bagaimana perlakuan orang terhadapnya? Diinjak-injak oleh mereka yang beralas kotor kadang najis; karena dari toilet dan lain-lain.
Lalu, bagaimana dengan lelaki yang selalu jadi tamu masjid-masjidnya Allah; yang merasa betah dan tenang di dalamnya; sibuk dengan amal-amal yan makin mendekatkan dia denag Sang Maha Perkasa? Pikirkanlah seandainya Anda adalah tamu seorang presiden; bagaimana perlakuan terhadap tamu presidan? Kemudian pikirkanlah bila Anda tamunya Allah; Dzat Yang Memiliki ALam semeste beserta isinya ini.Masjid adalah rumahnya Allah? Pikirkanlah saudaraku....



Hadirilah Ijtima' Indonesia di BUMI SERPONG DAMAI bulan Juli

Wednesday, January 28, 2009

artikel bisis okt-maret 2009

Pacaran : tara manfaat dan kerugiannya


an


Pacaran? Sebuah kata yang dibentuk dari kata “pacar” dan akhiran –“an’. Pacar, entah apa makna sebenarnaya, penulis sendiri kurang paham. Dalam bahasa Inggris, kata ini sering berpadanan denga kata girl friend atau boy friend. Namun ketika padanan kata ini dikonfirmasikan pada orang yang pernah pacaran; mereka lebih menyukai padanan kata untuk pacar adalah “lover”. Entah mana padanan kata yang tepat untuk kata “pacar”. Sehingga bisa ditarik kesimpulan, pacaran berarti proses pertemanan atau percintaan. Kata pacaran, kemudian oleh orang-orang yang ada semangat agamanya kadang disamarkan dengan kata “ta’aruf.” Sebuah kata yang dicomot dari sebuah ayat dalam Al Quran surat Ar-Rum; yang kemudain dijadikan dalil bolehnya pacaran oleh mereka yang jahil dan para pemuja syahwat tapi berkedok agama.

Kelompok yang pro pacaran
Para pemuja nafsu banyak melihat adanya keuntungan yang bisa diperoleh dari pacaran.”ya, enak punya pacar bisa dijadiin tempat senang-senag. Kita pun jadi happy memacu semangat belajar” begitu papar Dodo, siswa XII AK. Hal senada juga diungkapkan oleh Zhazha, anak XII AP, kalau pacaran bisa dijadikan motivasi belajar “ada seseorang yang spesial yang memotivasi kita untuk menunjang nilai agar tidak malu dilihat si X; dan seenggakanay klita bisa menunjukakan pada si X bahwa kita lebioah pandai dari dia”. Ada juga yang berargumen kalau dirinya bisa membagi waktu ”Ga pernah rugi tuh…belajar ya waktunya mikirin pelajaran; saat pacaran ya kita pacaran aja selayaknya orang pacaran” begitu kata Tari, anak XII TKJ, membela diri karena memang dia sedang berpacaran dengan siswa dari sekolah swasta dekat laut di kota ini. Demikianlah pendapat para siswa-siswi di SMK ini yang pro pacaran; masih banyak pendapat yang tim reporter BISIS bisa dapatkan dari para responden; yang redaksi tidak muat di edisi ini karena memang senada.

Mereka yang kontra dengan pacaran
Berbeda dari para siswa yang pro pacaran, beberapa responden siswi dan siswa yang sempat kru BISIS wawancarai adalah mereka yang jujur dengan hati nurani dan memiliki sedikit pemahaman terhadap Al Islam. Salah seorang dari mereka adalah Nano, siswa keals X AK, yang berpendapat kalau konsentrasi belajar semakin tidak menentu. Hal senada juga diungkapkan oleh Nina, cewek X AK yang meliohat pacaran adalah sal;ah saatu sebab menurunnya motivasi belajar” kaslau masih bertengkar sama si dia mau bealjar jadi malas, pengenya maragh-marah terus sama senmua orang tanbaap seababn yang jeals”. Pendapat ini juga dibenarkan ooleh Farah siswi XI PJ “ Waktu belajar jelas berkurang, mau belajar tiba –tiba ingat si dia, ga belajar jadi ma;s tapi mal;ah sms-an deh”. Ada kuag yang kesal gara-gara pacaran prestasi turun, begitu kata Evi XII TKJ “ Kadang-kadang semangat belajar juga turun , kurang alias menurun gara-gara ada masalah sama sia dia”. Dan masih banyak lagi responden yang sependapat dengan mereka kalau pacaran adalah banyak ruginya dibandingkan dengan untungnya.


Pacaran, ngedate, ta’aruf atau apapun istilahnya jelas banyak mudhorotnya dibandingkan dengan manfaatnya. Bagi mereka yang jujur dengan hati nurani dan berhati bersih, serta memiliki pemahaman agama yang bagus akan berpendaapat demikian. Terlepas dari untung dan ruginya yang bersifat duniawi, pacaran menurut syariat Islam adalah tidak dasar pembenaran yang kuat kalau pacaran memiliki arti “ berdua-duan dengan lawan jenis yang bukan mahram, memandang dan memandang serta berkata-kata dengan syahwat”. Karena hal demikian menurut Islam adalah zina yang merupakan dosa; yang akan merugikan kita di dunia dan di akhirat.
So. Lebih baik ga pacaran dulu aja deh. Say pacaran after marriage is Okey but pacaran before marriage is No.


Wawancara oleh KruBISIS Kundarno, Aminatuz Zahra., dkk.
...baca juga Laput BISIS Edisi sebelumnya di sini

Tuesday, September 9, 2008

Edisi bulan puasa

Perilaku Hedonisme di Kalangan Pelajar


Pernah dengar ungkapan atau mungkin prinsip "kecil dimanja, muda foya-foya, tua kaya, mati masuk surga"?. Ungkapan atau mungkin semboyan ini dijadikan semboyan kaum remaja agar bisa memperturutkan gejolak mudanya; untuk tidak mau terikat dengan segala norma maupun nilai; baik itu nilai agama maupun sosial.Apabila sifat-sifat tidak baik itu hanya berorientasi pada materi atau hal-hal yang bersifat duniawi saja, dan kemudian menjadi kebiasaan hidup, maka inilah yang disebut dengan perilaku hedonisme.


Dokumen Pribadi Agus Bagyo, Alumni SMA 1 Pekalongan Angkatan 95

Sebenarnya perilaku hedonisme muncul dan berkembang subur pada diri seseorang itu dipengaruhi oleh beberapa hal di bawah ini.

Karakter Dasar Individu
Pada dasarnya setiap manusia itu memiliki sifat dasar dan kecenderungan ayng hampir sama; yakni, selalu mencari kemudahan, tidak mau rugi, tidak mau susah; senantiasa ingin bersenang-senang, bergurau atau bermain. Sifat dasar inilah yang diingini oleh nafsu dan dimanfa'atkan syetan untuk mencelakakan hidup manusai di dunia dan di akhirat. Pada masa remaja, gejolak nafsu yang kuat dan lemahnya imunitas diri dari tipu daya syetan dan unsur-unsur buruk disebabkan oleh minimnya ilmu agama dan lemahnya keyakinan kepada Allah. Di sinilah peran orang tua dan masyarakat, sebagai pemberi warna kehidupan bagi remaja, diharapkan tidak mandul dalam memberi arahan pada remaja yang sedang mencari jati diri.

Pemikiran Materialisme dan Rasionalisme BARAT
Perilaku hedonisme yang mudah muncul pada remaja ini makin mantap ketika kaum remaja intelektual mendapat pembenaran dari para pendidik yang memiliki pola fikir materialisme BARAT. Pendidik yang memuja teori-teori BARAT; teori "Otak Kanan Otak Kiri", Fun Learning, secara tidak sadar ikut menanam saham dosa yang membuat remaja semakin bebas memperturutkan syahwat dan kesenangan. Perilaku malas, mudah putus asa, tidak jujur, serta tidak loyal terhadap nilai kebaikan dari agama maupun masyarakat merupakan buah dari sistem pendidikan dan pengajaran Barat yang anti ketho'atan terhadap nilai-nilai religi.

Dua faktor itulah, yang merupakan beberapa dari faktor penyebab perilaku hedonisme, yang memunculkan sifat-sifat yang berpotensi menyuburkan perilaku hedonisme di kalangan remaja. Kadang-kadang manakala akibat jelek dari perilaku hedonisme itu muncul, satu-sama lain saling menyalahkan. Masyarakat menuduh para pendidik telah gagal dalam membina peserta didiknya; sementara itu kaum pendidik juga menuduh masyarakat terlalu longgar dalam menegakan aturan norma dan nilai sosialnya. Lalu sebenarnya yang salah siapa? Sebenarnya kita semua bertanggung jawab atas nasib masa depan remaja kita; marilah kiat sama-sama; bahu membahu dalam memberikan bimbingan dan arahan pada remaja kita menurut peran kita masing-masing di masayarakat. sehingga perilaku dan semboyan "kecil dimanja, muda foya-foya, tua kaya, mati masuk sorga bukanlah racun yang akan mereka telan begitu saja; namun semboyan itu menjadi semacam motivasi dan harapan yang disertai karya nyata dalam mewujudkannya.
...baca juga mimbar guru di BISIS Edisi sebelumnya

Monday, March 31, 2008

artikel anyar

Mau Gambar Islam atau Ruh Islam?


Kalau kita jalan -jalan ke ke kota, pasti kita akan menemukan sebuah lembaga yang katanya "ISLAM". Ambil contoh lembaga perbankan yang mengaku-ngaku mempraktekkan nilai-nilai Islam; mungkin karena memakai nama berbahasa Arab. Sepintas bila kita masuk, mungkin akan kita dapati para karyawannya berbusana "MUSLIM " katanya; menyapa dengan "Assalamu'alaikum, bisa kami bantu?". Tapi apakah benar dalam praktek lembaga ini benar-benar berpihak pada kaum dhu'afa?
Ada seorang Muslim, dia statusnya masih CPNS, datang bersama kedua anaknya yang masih kecil, bersama istrinya yang bercadar datang ke sana. Ternyata mereka hendak mengajukan kredit buat perumahan; kasihan sudah 3 tahun ikut mertua terus. Dengan membawa berkas syarat-syarat yang mereka minta; pihak Bank mengatakan kira-kira 3-4 hari akan dihubungi. Tapi kenyataannya, sampai 1 bulan tidak ada khabar. Dua kali dihubungi; mereka menjawab akan segera datang guna observasi.Namun ketiga kalinya dihubungi, baru mereka mengatakan bahwa dana pinjaman tidak bisa diberikan dengan alasan "KASIHAN" kalau harus meminjam sebegitu besar.
Tapi ketika mereka hendak meinjam yang lebih sedikit untuk uang muka perumahan mereka mengatakan "TIDAK BISA". Entah kenapa? Padahal saudara mereka yanhg bekerja di SDIT ULUL ALBAB meminjam 3 juta buat beli komputer di rumah dan pasang internet saja dikabulkan; dibanding si staff TU SDIT ULUL ALBAB itu, si CPNS itu tentunya gajinya lebih besar. Entah apa yang menjadi pertimbangan pihak BANK tersebut dalam memutuskan memberi pinjaman kepada nasabahnya; mereka tidak bisa memahami.
Apakah ummat Islam itu masih begitu tersekat-sekat oleh perbagai perbedaan; ada ISLAM kaya maka sekolahnya di SDIT yang biaya sekolahnya melangit, yang bisa pinjam di bank-bank yang katanya "ISLAM". Tidakah kita akan terjebak dengan fenomena "GAMBAR ISLAM"; Islam hanya sekedar nama, papan, gedung,tapi tak punya "RUH"?
Marilah kita merenung sebentar dengan kiasan dibawah:
"Kalau ada gambar harimau mungkin kita tidak begitu takut; tapi coba saja kalau harimau itu beneran, kita mungkin takut. Kalau ada gambar apel meski mirip sekali; digigit enak ndak? Kalau apel itu beneran, nah itu baru enak dimakan"
Begitupun kalau Islam hanya sekedar gambar; Islam hanya di seminar-seminar (ISLAM kok di Seminary?)tanpa RUH; maka Islam tidak berdaya dan tidak memiliki manfa'at yang besar bagi Ummat. Oleh karena itu, marilah wahai saudaraku yang punya izzah dengan Islam jangan hanya puas dengan baju, gedung, papan nama; tapi amalkan Islam dalam segenap aspek kehidupan sebagaimana dulu para Sahabat R.anhum mempraktekkan AD-Diin ini.
Saya seorang yang memimpikan Islam sebagai Ad-Din yang bermanfa'at bagi ummat ISlam khususnya dan ummat manusia seluruh alam; bukan agama sempalan yang penuh diskriminasi dan membawa kebencian bagi ummat manusia.

Friday, February 1, 2008

Pesan Buat Penyembah Isa bin Maryam

Kepada Mereka yang Mengaku Pengikut dan Pembela dan Penyembah Isa bin Maryam bin Imran bin anak dan cucu Yakub bin Ishak bin Ibrahim.
Marilah kita kembali kepada Tuhan Yang Esa, dan di antara kita tidak ada hujat menghujat.
Wahai mereka yang mengaku memiliki BIBEL, INJIL...pelajarilah, renungkanlah, dan jangan sembunyikan kebenaran. Jangan takut miskin; karena Isa bin Maryam juga tidak punya apa-apa, jangan takut kehilangan kekuasaan karena Isa bin Maryam juga sendirian menghadapi Kaisar RUM, jangan takut dikhianati; karena Isa bin Maryam juga dikhianati oleh Yudas Eskariah, dan jangan takut susah karena Isa bin Maryam dengan 11 pengikut-Nya yang calon penghuni surga menderita dalam da'wah
Kembalilah kepada aqidah Ibrahim, Ishak, Yakub, Imran dan Maryam dan Isa bin Maryam...engkau akan selamat.
Jangan bolak-balikan fakta, kebenaran;seperti kelakuan para Bani Israil; pimpinan Musa as Samiri; yang mengingkari Musa dan Taurat.
Jangan tebarkan KEBENCIAN pada ummat manusia; karena hadirnya Isa bin Maryam adalah penuh CINTA KASIH...dan kelak akan hadir di akhir zaman untuk mengembalikan DOMBA YANG HILANG...karena telah mengikut para "pemutar balik Kebenaran Injil dan Taurat".
Nantikanlah kedatangan Isa bin Maryam yang akan bahu-membahu dengan anak cucu MUHAMMAD SAW bin Abdullah bin anak-cucu Ismail bin Ibrahim, Saudara sebapak IShak bin Ibrahim; untuk menumpas fitnah DAJJAL La'natullah bin Bani Israil....beserta antek-anteknya...
Terus cari kebeenaran...jangan berhenti pada penafsiran orang-orang yang gila kekuasaan, hormat dan harta atau orang-orang yang tidak mau menala'ah BIBEL atau AL KITAB...

Wahai, saudara Muslim, jauhilah fitnah para pengikut Isa bin Maryam gadungan; sebenarnya mereka adalah sama seperti Yudas Eskariah dan para pengkianat Nabi-Nabi, pelajarilah Qur'an dan hadist
Dari pengikut MUHAMMAD SAW bin ABDULLAH bin anak-cucu ISMA'iL bin IBrahim...


more info click here...and for a moment I'll have a break to edit this blog till I get new inspiration for it