Saturday, February 6, 2010


Saturday, January 30, 2010

renungan BISIS edisi 22

Kenapa Alam Enggan Bersahabat dengan Kita



Ketika kita membaca judul di atas, mungkin kita langsung teringat dengan penggalan bait syair dari lagu yang dulu dipopulerkan oleh penyanyi legendaris Ebiet G ADE. Memang benar, akhir-akhir ini, alam atau bumi Indonesia sepertinya sudah tidak mau bersahabat dengan kita. Berbagai bencana yang berasal dari langit dan bumi terus menerus menimpa persada ini. Masih terngiang di telinga kita jeritan para korban tsunami, lumpur Lapindo Brantas, gempa tektonik di Yogyakarta dan juga jebolnya tanggul Situ Gintung di Tangerang baru-baru ini. Semua bencana itu semakin memiriskan hati.
Kadang kita bertanya-tanya dalam hati; ada apa dengan persada ini. Apakah begitu berdosanya penghuni negeri ini, sehingga bumi negeri ini tidak mau lagi berkhidmat pada penduduk negeri? Banyak anak dari negeri ini, baik mereka yang intelek maupun yang hari-hari dekat telek (kotoran binatang,red), justeru mencari kambing hitam. Mereka mencoba menyalahkan sana-sini; bahkan alam yang benda mati, tidak bisa berbuat apa-apa juga dipersalahkan. Namun bagi yang ada akal dan iman yang benar kepada Allah akan mencari justifikasi dari ayat-ayat Allah di Al-Qur’an; karena memang Al-Qur’an adalah justifikasi sekaligus solusi yang valid dan final bagi setiap permasalahan yang terjadi di bumi ini.
Bagaimana Al-Quran memberikan justifikasi dan solusi bagi setiap bencana di muka bumi ini? Dalam surat Ar Rum(30): 41, Allah berfirman: ”Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar). Begitupula dalam ayat berikut:” Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya; begitu kata Allah dalam surat Al-A’araf, (70): 96). Dari contoh dua ayat di atas kita bisa mengerti kalau bencana-bencana itu terjadi karena factor manusia bukan alam; karena alam adalah benda mati tidak bisa berbuat apa-apa.
Dari beberapa ayat di atas, kitapun bisa mengambil simpulan bahwa solusi valid dan final dari berbagai bencana itu adalah perbaikan hati (iman) dan amal-amal manusia. Berbagai teori manusia untuk menyelesaikan bencana-bencana tersebut hanyalah terbatas pada solusi amal; yang sifatnya trial and error. Solusi yang trial and error tersebut hanya bisa menyelesaikan 30 % dari permasalahan yang ada. Untuk menyelesaiakn permasalahan yang masih 60% tersebut, hanya perbaikan iman dan hati-hati manusia sajalah. Namun begitu, hanya orang-orang yang berakal saja yang mampu mengambil ‘ittibar (pelajaran) dari akibat-akibat yang terjadi di alam ini. Begitu pula, hanya orang yang mendapatkan hidayah sajalah yang bisa menerima ayat-ayat Allah sebagai solusi final dari berbagai masalah di dunia ini.

Thursday, January 28, 2010

mo nulis apa ya?

Modernisasi atau Westernisasi


Sesungguhnya Allah telah ciptakan manusia dengan berbagai perbedaannya. Ada laki-laki ada pula wanita. Mereka yang berlainan jenis itupun berbicara dalam berbagai bahasa ibu, dengan berbagai dialek atau logat, aksen yang berbeda. Perbedaan itu terjadi karena mereka juga dilahirkan oleh orang yang bersal dari berbagai suku yang berbeda ang tinggal di tempat, wilayah, negara atu benua yang berbeda.
inilah yang membuat manusia penuh denan keberagaman.
Perbedaan atau keberagaman itu dari masa ke masa semakin beraneka; dan kadang menimbulkan masalah-masalh bagi manusia itu sendiri dalam berinteraksi. Namun begitu, dengan perkembnaan zaman hambatan seiring dengan pesatnya kemajuan IPTEK dalam berbgai ranah kehidupan membuat kesulitan dalam interaksi itu bisa diatasi.
Bnayak kebaikan-kebaikan yan bisa diperoleh karena sarana yang meudahkan manusia dalam interaksi itu kadang membawa dampak buruk; terutama akibat percampuran ataupun penyerapan budaya. Karena dalih modernisasi budaya dan segenap aspek kehidupan, kadang dalam menyerap budaya asing (barat kita tidak sadar mengekor Barat; istilah modernisasi kadang lebih cenderung kepada westernisasi segenap aspek kehidupan.
Westernisasi sudah mendominasi bagsa Indonesia. Dengan kedok modrenitasi ia telah mencengkaram kehidupan masyarakatnya. Bahkan, ketika bagsa ini sedang diliputi banyak permasalahannya tidak sedikit kaum intelektualnya menebar wacana kebarat-baratan untuk menyelesaikan berbagai persolan bangsa ini.
Wacana membebek barat, salah satunya kentara dalam pendekatan wacana Daoed Joesoef, mantan menteri Pendidikan dan Kebudayaan Kabinet Pembangunan III 1978-1983 itu mengembangkan wacana yang menunjukan ketidak arifanya dalam menyikapi masalah bangsa ini. Ia menilai salah satu masalah bangsa yang mayoritas penduduknya muslim ini adalah integritas. Integrisme bisa mereduksi ilmu pengetahuan karena hanya akan menghasilkan nilai pseudo ilmiah belaka yang disebutnya sebagai religio vera (Kompas, 15/08/2007) Ia menganalisis akar kekerasan di timur tengah sebagai akibat nilai integritas agama dengan kehidupan bernegara yang gagal. Doed tampaknya berfikir dangkal. Dia menuduh persolan timur tengah muncul karena sikap pan arabisme. Dia tidak melihat persoalan ini secara holistik. Padahal masalah timur tengah adalah reaksi yang muncul karena ketidak adilan sistem yang dipaksakan oleh negara lain (baca barat). Lihat saja masalah Palestina, logika mana yang membenarkan ketika Amerika mengusulkan pemilu demokratis, kemudian dilaksanakan dan Hamas memenagkannya, Amerika malah memboikot Hamas sebagai pemenang yang sah dalam pemerintahan Palestina. Tampaknya Daoed, di sini telah melacurkan wacanannya dengan mengekor konsep barat yang hanya bertumpu pada ilmu pengathuan saja.
Lihat juga masalah terpuruknya dunia pendidikan, wacana yang dikembangkan adalah pendidikan yang andradogi tetapi mengacu sistem barat. Namun apa daya, model ini hanya menghasilkan keterampilan belajar saja tanpa memiliki nilai utuh kemanusiaan. Kurang maju apa dunia pendidikan barat, tapi ternyata dekandensi moral masyarakatnya luar biasa:pelacuran, sex bebas, narkoba, miras dan laian-lain ada dimana-mana.
Masih banyak sikap-sikap westernisasi lainnya yang telah salah kaprah diambil oleh kaum intelektual indonesia. Mereka langsung mengambil dan take for granted segala ilmu pengetahuan yang berkembang di barat. Tapi apa lacur, barat sendiri banyak kebohongannya sebagaimana bohongnya penyokong terori darwin tentang asal usul manusia. Untuk itu masyarakat Indonesia harus hati-hati dan berusaha belajar mandiri. Modernitas tidak harus berarti westernisasi.



uhh...ga ada ide...masih ga mood nulis, tapi musti nulis buat Majalah Sekolah. Lemah iman lemah amal....

Thursday, January 21, 2010

artikel siswa bisis edisi 2

Pilih Berantas Narkoba atau Bangsa Ini Rusak


oleh Radina Oktis H, X PM2 SMK Negeri 1 Batang



Saat ini bahaya narkobna sudah meluas sedemikian rupa sehingga telah dapat dianggap membahayakan keselamatan remaja yang menggunakannya. Narkoba sendiri adaalh zat kimia psikiatif kuat yang dapat menimbulkan perubahan perasaan yang mempengaruhi cara melihat dan mendengar serta menekan aktifitasa susunan saraf.
Bukan rahasia lagi, narkoba sekarang bisa didapatkan di mana saja. Bahkan sasaran korbannya merasuk ke sekolah-sekoolah, menghancurkan remaja sebagai generasi penerus bangsa tanpa pandang bulu. Dan, menurut informasi bahakan telah pula merambah kalangan lembaga-lembaga pendidikan yang menggunakan landasan dasar-dasar agama. Sehingga sulit dipercaya bahwa lembaga-lembaga yang demikian ternyata juga menjadi tempat peredaran narkoba. Penggunaan narkoba kini jelas telah melanda semua lapisan masyarakat, bukan saja kalanan remaja tetapi juga dari kalangan the have sampai the poor dan sekarang ini telah merambah ke adik-adik di bangku sekolah dasar.
Indonesia sendiri termasuk dalam daftar tertinggi negara-negara yang menjadi sasaran peredaran obat-obatan sejenis psikotropika seperti ectasy, puatu, shabu-shabu, ganja dan laian-lain. Indonesia sekarang ini disejajarkan...........

Sunday, August 23, 2009

nur cahaya illahi

/>
Gambar di atas bukan rekayasa. Tapi bukti kebesaran Ilahi

Jaga Mata,jaga Telinga, jaga mulut, jaga fikiran dan jaga hati dari perkara yang dimurkai Allah; maka kita akan mendapat pembelaan dari-Nya


Sekarang ini, usaha da'wah dicurigai di mana-mana tempat. Nanti, kelak di akhirat manusia akan mendapat pertanggungjawaban tentang amal mereka yang menghalangi agama Allah ini tegak di dunia milik Allah ini. Atau mungkin, bila mereka keterlaluan berbuat Zalim dan kufur terhadap ni'mat Allah, bisa saja Allah timpakan azab sebagaimana Allah dulu telah timpakan kepada Kaum Nuh, Kaum Luth, Kaum Sholeh, Tsamud dan kaum-kaum dahulu yang Allah telah binasakan dan hancurkan sebelum ummat akhir zaman ini. Kenapa kita harus putus asa, agama ini milik Allah, dunia ini milik Allah, nasib kita di dunia ini juga Allah yang menentukan. Kenapa kita sombong dan kufur terhadap ni'mat Allah? Bukankah dulu kita ini berasal dari air yang hina; yang dikeluarkan dari jalan yang sama dengan jalannya yang kita keluarkan bila kita di WC, kemudian ketika Allah hidupkan kita; kemana-mana juga membawa barang yang hina yang apabila tiga hari saja tidak kita keluarkan akan membuat kita sakit, kemudian 60,70, 80, atau 100 tahun kemudian kita juga akan menjadi barang yang hina yang tidak lagi berharga dan jadi santapan ulat-ulat tanah...masihkah kita merasa sombong di dunia yang tidak akan terus-menerus kita diami ini? Mungkin sekarang ini kita punya harta, pengikut, pasukan dan kedudukan yang kita bangga-banggakan...tapi 60, 70, 80 atau 100 tahun lagi masihkah kita sombong? Kalau jabatan telah hilang, kekuatan telah berkurang, harta jadi rebutan ahli waris, mata sudah kabur, telinga sudah mulai tuli, kaki, tangan dan semua anggota tubuh sudah lemah...masihkah kita sombong...? Jawabnya tunggulah saat Anda 70, 80, atau 100 tahun lagi; itupun kalau Allah tidak perintahkan Izrail untuk cabut nyawamu yang tidak berharga itu...



Dan siapakah yang bisa memadamkan nur Illahi? nur cahaya dari Dzat Yang Maha Perkasa....Allah Subhanallahu Wa Ta'ala

Monday, July 20, 2009

melewatkan masa pensiun

Efek Amal Jihadiyah Syahidiyah dan Tragedi Teror Bom bagi Da'wah


Tulisan ini dibuat karena risaunya seorang hamba terhadap fenomena islama phobia, seperti yang pernah dimuat di Radar Sulteng dan OkeZone.com


News OkeZone

Dulu, masa-masa sebelum adanya teror Bom, buat usaha da'wah ala minhaji nubuah serasa tidak ada hambatan dan kendala. Aparat, masyarakat bahkan orang jahat pun tidak menaruh curiga terhadap aktifitas da'wah. Masalah paspor jam'ah asing/ foreign yang dulu tidak ada masalahpun sekarang jadi masalah. Sepertinya, akibat ulah segelintir orang yang membuat teror tersebut menjadikan aparat, masyarakat bahkan orang jahatpun pobia..takut kena bom, takut hartanya di rampok, takut diajak ngebom, takut-takut yang lain. Akibatnya, ummat ini mudah diadu domba, akibatnya setiap langkah ummat ini tuk buat kebaikan di bumi Allah ini semakin sempit. Tapi, saya yakin kebenaran akan tetap menjadi kebenaran, dan kebatilan akan tetap bathil; cuma di dunia yang serba tidak pasti ini, kadang kebenaran nampak kalah dan kebathilan nampak jaya. Namun, dunia ini sementara...artinya silahkan kamu berbuat sekehendaknya tapi kamu di dunia ini tidak lama. Mati adalah awal dari perjalanan manusia untuk masa-masa setelahnya yang panjang sampai masa ketika baik dan benar akan mendapat balasannya.
Yang paling ironis lagi adalah ummat ini beserta para ulama yang tamak akan dunia justru lebih suka membutakan mata, menulikan telinga, mengkelukan lidahnya, dan menumpulkan nalurinya terhadap berbagai kemaksiyatan, kemungkaran dan kebathilan di sekitarnya. Bukankah mata, hati, telinga mereka kelak akan dimintai pertanggung jawaban; di hari tidak ada pembelaan kecuali pembelaan dari Allah? Bahkan ulama; orang yang lebih tahu akan ilmu agama; bukankah mereka yang akan diseret mula-mula ke neraka bila dia tidak amal akan ilmu yang Allah anugerahkan? Bahkan bencana di muka bumi ini adalah akibat ulah dari manusia; ingatkah Anda akan azab yang menimpa kaumnya Nuh, kaum Tsamud, kaumnya Luth, kaumnya Nabi Sholeh dan kaum terdahulu yang telah Allah azab di dunia ini sebelum mereka mati? Berbuatlah semaumu, tapi ingat kamu pasti akan mati!..apakah mati sebagai penjahat, ahli maksiyat atau penjilat..atau mati sebagai orang yang ahli ibadat, ahli khidmat, atau pembela ummat; tapi yang pasti Anda, kita akan merasakan yang namanya maut...mati. Dan bergembiralah bagi mereka-mereka yang hidupnya selalu hati-hati, berjalan atas Qur'an dan Sunnah; meskipun di dunia ini nampak susah, hina dan tidak megah...tapi janji Allah adalah Haq' lebih pasti dari terbitnya matahari di ufuk timur dan di ufuk barat ketika kiamat...janganlah bersedih, gelisah dan takut wahai pembela Qur'an dan Sunnah...bayangkan janji Allah, bayangkan surga dengan segala kenikmatannya...kalian pasti tidak akan lagi menderita..di dunia yang tidak lama..di dunia yang tidak pernah kekal...di dunia yang serba terbatas ini, di dunia yang pasti akan berakhir,dunia yang akan kamu tinggalkan atau dia tinggalkan kamu (kiamat, hancur, hilang, musnah, fana)



Alhamdulillah, dari kampung kami bisa hadir empat orang ke Ijtima' BSD Tangerang, 18-22 Juli 2009 lalu; ada Wo Tasrip, Mas Teguh dan Lik Mudri

Monday, June 29, 2009

program pelajar buat pelma di batang

Program Spectacular: Hadiah Buat Halaqah Batang


Kerja di kalangan pelajar, dan semua kerja da'wah, adalah sebuah tantangan yang berat bila kita tidak kommit dengan asas, ushul dengan disertai sifat dan juga arahan masyaikh, ulama, ustad dan para orang tua kita baik di muhalla, halaqoh dan markaz.Tantangan yang berasal dari dalam diri kita dan luar kita adalah perkara yang harus kita selesaikan.



Di depan Ponpes PELMA Batang

Kadang kita merasa futur manakala da'wah kita ternyata terhijab bukan oleh musuh-musuh da'wah; tapi justru dari saudara kita sendiri. Saudara yang juga ambil usaha da'wah dengan berbagai tendensi materi dan syarat kepentingan politik yang bersifat duniwai belaka. Saudara yang mencoba mencampur adukan perkara agama dan kepentingan duniawi mereka itulah yang kemudian menjadi hijab bagi da'wah ala minhaji nubuwah. Kadang justru da'wah-da'wah yang sarat dengan kepentingan pribadi itulah yang diterima oleh ummat; karena kondisu ummat memang juga begitu; lebih mencintai harta dan hidup yang memanjakan syahwat



Utusan Penanggung Jawab Program PELMA sedang tinjau Lokasi

Hanya dengan kita tawajuh kepada Allah, ikhlas, ihsan dengan mengikut arahan para Masyaikh, ulama, ustad dan orang-orang tua kita sajalah, kita tidak akan mengalami apa yang disebut "FUTUR";sebuah istilah yang biasa dipakai oleh saudara kita yang meyakini da'wah akan efektif bila punya kekuasaan. Padahal, banyak negara negara yang dipimpin oleh saudara kita Muslim di dunia ini juga tidak berkutik untuk buat tegaknya Qur'an di bumi ini. Mereka yang masuk kesitu juga pelan tapi pasti mengikut madzab (democrazy) mereka yang jauh dari Qur'an



Lokasi Ponpes PELMA di Draacik Kampus, satu lOkasi dengan SMK N 1 Batang

Yang terbaik bagi kita adalah mari kita terus buat da'wah ala minhaji nubuwah...buat do'a bagi pemimpin negeri ini (siapapun yang memerintah negeri ini) semoga mereka diberi hidayah dan taufik untuk bisa ta'at kepada Allah da Rasul-Nya atas dasar Qur'an, Sunnah dan atsar para shahabat RA